Welcome to Pariwisata SMKN 3 Sukabumi West Java Indonesia

Jumat, 25 Oktober 2013

STRUKTUR KURIKULUM SMK 2013

STRUKTUR KURIKULUM SMK 2013
BIDANG  KEAHLIAN        :  PARIWISATA
PROGRAM KEAHLIAN      :  KEPARIWISATAAN

MATA PELAJARAN
KELAS
X
XI
XII
1
2
1
2
1
2
Kelompok A (Wajib)






1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3
Bahasa Indonesia
4
4
4
4
4
4
4
Matematika
4
4
4
4
4
4
5
Sejarah Indonesia
2
2
2
2
2
2
6
Bahasa Inggris
2
2
2
2
2
2
Kelompok B (Wajib)






7
Seni Budaya
2
2
2
2
2
2
8
Prakarya dan Kewirausahaan
2
2
2
2
2
2
9
Pendidikan Jasmani, Olah Raga & Kesehatan
3
3
3
3
3
3
Kelompok C (Kejuruan)






C1.  Dasar Bidang Keahlian
10
IPA Terapan
2
2
2
2
-
-
11
Pengantar Kepariwisataan
2
2
2
2
-
-
C2.  Dasar Program Keahlian
12
Sanitasi, Hygiene dan Keselamatan Kerja
6
6
-
-
-
-
13
Bisnis Perhotelan
6
6
-
-
-
-
14
Public Relation
8
8
-
-
-
-
C3.  Paket Keahlian
15
Akomodasi Perhotelan
-
-
20
20
24
24
Usaha Perjalanan Wisata
-
-
20
20
24
24
TOTAL
48
48
48
48
48
48

Jumat, 11 Oktober 2013

Qurban, Habil dan Qabil

Ajaran qurban yang disyari'atkan dalam Islam sesungguhnya telah jauh mengakar dalam sejarah umat manusia. Tercatat dalam sejarah, bahwa ibadah qurban telah dimulai sejak nenek moyang manusia pertama sebagaimana dikisahkan Al-Quran (Al-Maidah: 27).

"Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Qabil dan Habil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang mereka berdua (Habil) dan tidak diterima yang lain (Qabil)."

Dari kisah yang dapat dijumpai, para ahli tafsir menyatakan bahwa peristiwa qurban yang dilakukan dua bersaudara dari putra Adam As adalah merupakan solusi dari polemik perang dingin yang terjadi antara keduanya dalam mempersunting wanita cantik rupawan bernama Iklimah sebagai pasangan hidup.

Ucapan Nabi Adam As. yang bersumber dari wahyu yang disampaikan kepada kedua putranya, seperti dikutip tafsir Ibnu Katsir: "Wahai anakku (Qabil dan Habil) hendaknya masing-masing diantara kalian menyerahkan qurban, maka siapa diantara kalian berdua yang qurbannya diterima Allah SWT dialah yang berhak menikahinva (Iklimah)."

Pada akhir kisah disebutkan, ternyata qurban yang diterima Allah SWT adalah yang didasarkan atas keihlasan dan ketaqwaan kepada-Nya, yaitu qurban Habil yang berupa seekor domba yang besar dan bagus. Sementara qurban Qabil ditolak karena dilakukan alas dasar hasud (kedengkian). Karena kebakhilannya, ia juga memilihkan domba peliharaannya yang kurus untuk untuk diqurbankan.

Qabil yang kalah dalam sayembara qurban akhirnya ia memutuskan untuk membunuh saudaranva sendiri. Peristiwa ini adalah awal kali terjadinya pembunuhan dalam sejarah umat manusia.

Patut kita renungkan, mengapa Al-Quran melukiskan Habil sebagai orang yang lemah? Mengapa ia tidak mau membela diri ketika hendak dibunuh saudaranya ? Mengapa pula qurban Habil menyebabkan ia menjadi korban?

Sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa Habil tidak membela diri karena ia sengaja memilih kematian di tangan saudaranya. Ia ingin memberikan pelajaran kepada umat manusia bahwa pelaku kezaliman dan kedengkian tidak akan pernah menang untuk selama-lamanya. Bahwa kedengkian dan ketamakan adalah akar perseteruan dan permusuhan umat manusia di muka bumi.

sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,51-id,47426-lang,id-c,hikmah-t,Qurban+dan+Kisah+Qabil+Habil-.phpx 

Rabu, 09 Oktober 2013

Soal Latiham FO Mid Semester Ganjil 2013 XIIAP

  1. Tas tangan yang sering dibawa businessman untuk menyimpan dokumen disebut …

    1. Hand bag
    2. Suit case
    3. Brief case
    4. Bag pack
    5. Haversack
  1. Depending on the establishment, the arrival lists may contain the following information, except 
A.    arrival date
B.    name of guest
C.   type of guest
D.   type of room booked
E.    number of people staying in the room

  1. Struktur organisasi porter pada hotel kecil biasanya terdiri dari …
    1. FO Supervisor, bellboy, doorman
    2. FO Supervisor, bell captain, hall porter
    3. Bell captain, bellboy, doorman
    4. Bell captain, lift attendant, bellboy
    5. General Manager, FO manager, doorman
  1. Tugas seorang doorman antara lain …
    1. Membuka dan menutup pintu kendaraan tamu
    2. Mengangkat barang bawaan tamu
    3. Mengantar tamu ke kamar
    4. Mengantar pesan
    5. Menjemput tamu ke air port
  1. A first impression of an establishment is based on the warmth and professionalism of their welcome. This welcome may occur ..
A.    when guest pulls up in the car
B.    in the room
C.   meeting room
D.   when guest entering the restaurant
E.    at the back office

  1. Menangani penyimpanan barang-barang titipan tamu adalah tugas …

    1. Cloakroom attendant
    2. Pageboy
    3. Lift attendant
    4. Cashier
    5. Roomboy
  1. Ketika menjelaskan fasilitas kamar mandi, bellboy akan menjelaskan air panas dengan …

    1. The red water tap
    2. The blue water tap
    3. The red and blue water tap
    4. The right water tap
    5. The left water tap
  1. Luggage tag/label tas tamu diisi dengan data …

A.    jenis barang
B.    nomor registrasi
C.   nama/nomor kamar
D.   jumlah barang
E.    nama group/rombongan

  1. As a general rule, they are people who are important in the community or to your establishment (VIP Guest), such as …

A.    a walking guest
B.    government officials
C.   a person staying for a short period
D.   business officials
E.    general people

  1. Hal yang tepat dilakukan oleh bellboy ketika mengantar tamu ke kamar adalah, kecuali …
A.    berjalan dengan tamu, tetapi jangan mendahului tamu.
B.    ramah dan selalu tersenyum.
C.   berbicara sesuai dengan pembicaraan yang diinginkan tamu
D.   sebaiknya memanggil tamu dengan ‘bapak/ibu’

E.    meninggalkan tamu dengan greeting


Attention :  Pelajari Modul Porter Service KD 1

Ibadah Sejati

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr Khairan Muhammad Arif

Allah SWT berfirman, “Di antara manusia, ada yang menyembah Allah sekadar ritual (formalitas), bila dia mendapat suatu manfaat (dari ibadahnya), dia merasa puas, namun bila dia ditimpa ujian (fitnah), dia berbalik menjadi kafir. Orang ini merugi di dunia dan akhirat, itulah kerugian yang sangat besar.” (QS al-Haj:11).
Ayat ini adalah salah satu dari pesan penting surat al-Haj mengenai hikmah perintah ibadah haji. Tujuan ibadah haji di antaranya adalah membersihkan iman yang bersifat pragmatis dan ibadah ritual simbolis dan formalitas menjadi iman dan ibadah yang hakiki dan sejati.
Allah SWT menjelaskan, orang yang beribadah simbolis dan formalitas dalam semua bentuk ibadahnya seperti shalat yang tidak khusyuk, tilawah Alquran tanpa tadabur (merenungkannya) dan menghadirkan hati, atau infak untuk meraih popularitas, zikir yang riya, dan semua ibadah yang sekadar ritual simbolis tanpa hati, adalah ibadah yang tidak dapat membentuk karakter dan integritas dalam diri seseorang. 
Ibadah model ini hanya melahirkan pribadi-pribadi cengeng, mudah mengeluh, penakut, pesimistis, pengecut, bahkan oportunis yang pada akhirnya tidak mampu memikul beban hidup dan ujian dari Allah SWT.
Sebaliknya, ibadah khusyuk yang menghadirkan hati dan akal sehingga menjadi sarana audiensi antara hamba dan Sang Khalik adalah ibadah sejati dan substantif. 
Ibadah seperti inilah yang dimaksud oleh Fudhail Ibnu Iyadh, seorang ulama dari generasi tabi’in, ketika ditanya tentang ibadah terbaik, ia menjawab, ibadah yang ikhlas dan benar sesuai syariat.
Seorang abid (ahli ibadah) sejati adalah mereka yang selalu merindukan untuk sujud di sajadahnya, merindukan waktu-waktu tahajudnya, dan mendambakan saat-saat munajatnya. 
Salah seorang salafus saleh berkata, “Hanya satu yang paling aku tidak sukai di dunia ini ketika fajar terbit. Mengapa? Karena, tahajud dan munajatku pada malam hari akan terputus bila fajar mulai terbit.”
Ibadah seperti di ataslah yang akan melahirkan hamba-hamba yang berkarakter sebagai berikut: Pertama, para rijal’ (tokoh yang berkarakter). Ibadah khusyuk dan bukan sekadar simbolis akan memproduksi para ulama dan para pemimpin abadi. 
Kedua, ibadah sejati dan terbaik melahirkan para pejuang sejati, prajurit pemberani, dan manusia-manusia yang optimistis, giat, rajin, dan profesional. Ketiga, ibadah sejati dan khusyuk melahirkan para perindu syahid dan surga.
Namun, sebaliknya, ibadah yang sebatas simbolis dan formalitas akan melahirkan pribadi-pribadi pengecut dan penakut, oportunis, pragmatis, karakter pencuriga, dan berprasangka buruk pada orang lain. 
Pribadi yang pelit dan takut berkorban, pribadi yang pesimistis, tak berani melakukan terobosan, dan inisiatif. Bila karakter model ini dipelihara dalam kehidupan, orang seperti ini menjadi manusia yang paling merugi di dunia dan akhirat.
Hakikat ibadah haji untuk menghindarkan umat dari penyakit-penyakit kepribadian di atas. Karena itu, mereka yang berhaji atau berumrah bukan karena Allah dan mencari ridha-Nya, haji dan umrahnya menjadi sia-sia. Dia akan rugi di dunia dan akhirat. Wallahu a’alam. 

Selamat Idul Adha 1434 H

Mari kita tingkatkan amal ibadah amal social kita


Kamis, 03 Oktober 2013

Rahasia SholawatNya Alloh SWT kepada Rosululloh SAW

Muslimedianews ~ Rais Am Jam’iyah Ahlut Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah, sekaligus ketua umum thariqah sufi sedunia, Maulana al-Habib M. Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan, menjelaskan perihal rahasia di balik bacaan shalawat Allah kepada nabiNya.
“Saya kagum terhadap satu ayat yang mengangkat kebesaran Nabi Muhammad saw dan memerintahkan untuk membaca shalawat,” tutur Habib Luthfi yang kemudian membacakan ayat al-Quran yang berisi perintah shalawat Nabi Saw.
“Allah Swt. telah memerintahkan shalat, tetapi Allah mustahil shalat. Allah Swt. memerintahkan zakat, tetapi Allah Swt. tidak zakat. Allah Swt. memerintahkan haji, tetapi Allah Swt. tidak haji. Namun kalau shalawat Nabi, Allah Swt. bershalawat kepada Baginda Nabi Saw. Itulah tingkat perbedaan yang sangat jauh, menunjukkan keistimewaan dan keagungan shalawat”.
Kenapa redaksi pada ayat memakai “’ala an-Nabiy”, bukan “‘ala Muhammad”? Karena yang dijunjung oleh Allah adalah pangkatnya Kanjeng Nabi Saw. Allah Swt. memberikan contoh langsung kepada hambaNya tentang bagaimana memberikan penghargaan kepada Nabi Saw. dengan tidak mengucapkan namanya saja (Muhammad), akan tetapi dengan pangkatnya. Tak ada satupun ayat dalam al-Quran Allah Swt. memanggil Nabi Muhammad Saw. dengan namanya belaka.
Sedangkan kalimat “yushalluna ‘ala an-Nabiy”, bukan menggunakan kalimat madhi (masa lampau) tetapi mudhari’ (masa sekarang dan seterusnya). Artinya rahmat Allah Swt. kepada Kanjeng Nabi Saw. sampai besok di akherat. Dan shalawatnya Allah Ta’ala bukan “Allahumma shalli ‘ala Muhammad”, tetapi rahmatan maqrunatan bita’dzimin (rahmat kasih sayang yang dibarengi dengan pengagungan). Maksudnya, Allah memberi shalawat kepada Nabi Saw. bukan sejak beliau diangkat menjadi Nabi, tetapi sudak sejak zaman azali.

Ayat itu juga merupakan bentuk kemuliaan yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad Saw. Kemuliaan yang membedakan beliau dengan makhluk yang lain. Segala sesuatu yang diciptakan Allah tidak diciptakan percuma, semuanya juga memiliki kelebihan tersendiri, yang membedakan satu dengan yang lain. Maka tidak mustahil kalau Allah memberi kemuliaan (perintah shalawat) ini kepada Kanjeng Nabi Saw.
Kemuliaan yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad Saw. itu merupakan kewenangan Allah. Jangankan untuk memuliakan nabi, bahkan setiap tumbuhan dan segala sesuatu diciptakan Allah dengan kemuliaannya masing-masing. Jika Allah Swt. menghendaki itu tidak ada yang mustahil, semuanya serba mungkin.
Ketika kita mengucapkan shalawat kepada Nabi Saw., maka akan timbul cinta kepada beliau Saw. Dengan demikian, kita akan semakin banyak melakukan sunnah-sunnah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw.”

Selasa, 01 Oktober 2013

Prosedur Express Check Out

1.      Tamu telah memberikan informasi mengenai waktu check – out dan kartu kredit
2.      Menyiapkan rekening tamu
3.      Menyiapkan seluruh rekening penunjang
4.      Memanggil bellboy untuk menangani barang bawaan tamu
5.      Informasikan kepada departemen lain yang membutuhkan informasi mengenai keberangkatan tamu tersebut.
Materi untuk XI AP Sem.3